Everlasting Love

Everlasting Love

  • WpView
    Reads 662
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 20, 2016
Sebelumnya tak pernah terbayangkan olehku bahwa dalam keadaan basah kuyup begini pergi ke pesta ulang tahun temanku, Collins. Ya hujan kali ini memang bisa disebut hujan spontan, dengan baju pesta half nude ini aku sungguh merasa beku. Apa boleh buat aku tetap harus mendatanginya. Taksi yang baru saja melintas aku hentikan secara cepat. **** "Hey Lyora! Cepatlah kemari! Kau hampir saja melewatkan acara pentingku bodoh!" Ucapnya keras dengan memukul kepalaku ringan "Ah, kau ini! Sakit tahu" Protesku berlebihan Acara memang sangat ramai, terlihat banyak lelaki yang jelas teman Collins. Aku disini pun hanya sedang mengikuti irama musik klub yang cepat sambil memegang segelas minuman. Tiba-tiba saja Collins merangkulku keras, sial. Kali ini dia merusak moment cantik diriku malam ini. "Kau ini sedang apa? Mengapa kau tidak membaur? Kau benar-benar terlihat bodoh malam ini! Kemarilah akan ku kenalkan kau 'kepadanya'."
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun di Ujung Semanggi
  • (Will Never) Get Your Heart
  • Loved You First (Niall Horan love story)✔
  • Dejavu
  • U GOT ME
  • Till We Meet Again ● Johnny NCT✔
  • My Evil Lecturer | Nu'est - Kim Jonghyun (TAMAT)
  • NABASTALA |✓|

Aslan kembali setelah enam tahun, sebagai orang yang tak pernah Lea kenal. Gerak-geriknya masih lembut, senyumnya tetap bisa memanaskan pagi yang dingin, tapi sorot matanya menyimpan musim yang berbeda. Seolah ada badai yang sudah lama reda walau belum sempat dilupakan. Aslan menjadi teka-teki yang tak ingin dipecahkan, dan justru karena itulah hati Lea tergelincir padanya. Lea tahu: ada perasaan yang seharusnya tak tumbuh di antara akar persahabatan. Tapi rasa itu hadir seperti embun di ujung daun semanggi-tak diminta, tak dirancang. Seindah harapan kecil yang tak pernah dijanjikan akan bertahan. Aslan yang dulunya magnet bagi masalah, kini menjadi benteng perlindungan Lea. Dan Lea hanya ingin satu hal: kejujuran, sepahit apa pun itu. "Aku gak bohong waktu bilang kalau kamu perempuan paling keren yang pernah kukenal. Wajar, aku suka kamu. Apa menyukai kamu itu suatu kesalahan-atau satu-satunya kebenaran yang masih tersisa dari kita?" Judul sebelumnya: Jakarta's Hidden Melody

More details
WpActionLinkContent Guidelines