Clara Olivia umur 16 tahun nyerepet ke 17 yang menjabat sebagai siswa kelas 11 SMA. Mempunyai kelebihan berbicara lancar, tanpa ada kegugupan dalam hal apapun itu.
Dan saking lancarnya dia bahkan bisa mencaci maki apapun yang membuatnya kesal, kata dari A sampai Z bisa ia utarakan tanpa belibet bahkan tak ayal dia menyebutkan berbagai jenis hewan kebun bintang bahkan melata sekalipun.
Sikapnya yang receh, bar-bar, petakilan, bobrok bahkan mulutnya yang lemes itu sangat pandai bergibah, atau dia yang lebih suka menyebutnya dengan kalimat 'ngereiview hidup orang' atau jika di tanya dia akan menjawabnya dengan kalimat
"Hanya ngerating kok, gak lebih^^"
Selain bergibah ria hobi nya ya cuma baca buku, bukan buku pelajaran tapi buku Novel, ingat garis bawahi NOVEL.
Novel yang dalam genre apapun mampu ia baca dengan hidmat, dari yang berbau BL, Yaoi, Yuri, Transgender, Romance, Kerajaan, Horor, Fantasy, Mistery, Transmigrasi dan sebagainya yang menurut dia seru.
Tapi bagaimana kehidupannya setelah dia bertransmigrasi ke sebuah novel romansa yang terakhir dia baca? dan parahnya dia berada di tubuh gadis antagonis dengan ending tersiksa dengan kematian yang terbilang cukup kejam.
Bagaimana kisahnya? nantikan disini.!!
#Ennjoy reading°
Dan jangan lupa follow ya^^
Alvas Mattheo, cowok paling sempurna di mata orang-orang. Pintar, tampan, ramah, semua predikat baik melekat padanya. Terlebih menjabat sebagai ketua OSIS di SMA-nya.
Sama halnya dengan orang-orang, Milly Oktaviani pun menganggap Alvas Mattheo memang cowok sempurna di sekolahnya. Walaupun dua tahun menjadi saingan dalam merebutkan peringkat pertama pararel, tapi Milly tak pernah menaruh rasa benci pada Alvas.
Sayangnya, predikat cowok sempurna yang melekat pada Alvas hanyalah omong kosong.
Alvas itu munafik! Dia muka dua!
Setidaknya, begitulah yang Milly pikiran setelah hari itu ia memergoki Alvas melakukan hal paling buruk di matanya.