Story cover for Melukis Luka by Khaarismap
Melukis Luka
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 16, 2024
Gadis kecil yang berhati murni, namun berjiwa bebas dalam raga yang terbelenggu. Semoga kisah ini abadi dalam peluh darah yang mengalir di setiap denyutan nadiku.🫀🥀
All Rights Reserved
Sign up to add Melukis Luka to your library and receive updates
or
#895indah
Content Guidelines
You may also like
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
25 parts Complete
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
You may also like
Slide 1 of 10
Nestapa [END] cover
You, Hope, and Memories cover
Aksara Tak Bertuan  cover
Kata Terpendam cover
My Poems! cover
TULIPS ✔ cover
KEYLA cover
We Know the Ending (Completed) cover
DikaRanggi cover
P E R N A H  cover

Nestapa [END]

49 parts Complete

Benar kata orang, cinta adalah hasrat suci yang penuh kegilaan. Seperti awan yang rela menjadi hujan. Layaknya pelita yang membiarkan dirinya terbakar atas nama pengorbanan. Selagi ada harapan, aku terus berjalan menapaki kedukaan hanya untuk tetap bisa menggenggam tangannya dan berkata, "Aku mencintaimu." *Adwithya Criselda Ararinda* Adwi, aku mengutukmu menjadi orang paling menyedihkan di dunia ini. Siapa saja saja yang mencintaimu akan ditimpa duka dan kehilangan. Kau akan berakhir dalam kemalangan. Sendirian. *Widyanatha Derkainka* TERSEDIA E-BOOK