Cinta yang sempat Terbagi

Cinta yang sempat Terbagi

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 26, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh pegunungan hijau, hiduplah Arga, seorang pelukis muda yang setiap harinya menghabiskan waktu di studio kecilnya yang dipenuhi dengan warna-warni kehidupan. Suatu hari, saat mengunjungi galeri seni lokal, Arga bertemu dengan Maya, seorang penulis puisi yang dengan lembut merangkai kata-kata menjadi kisah yang memikat hati. Pertemuan mereka yang tak terduga ini segera berkembang menjadi sebuah kisah cinta yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Arga dan Maya menjadi dua jiwa yang saling melengkapi, mengisi hari-hari mereka dengan cinta dan impian bersama. Namun, kebahagiaan mereka diuji ketika Lisa, mantan kekasih Arga yang dulu pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya, kembali ke kota. Kehadiran Lisa membawa kembali kenangan dan perasaan yang selama ini tersembunyi di hati Arga. Dia terjebak di antara cinta lamanya dengan Lisa dan perasaan tulusnya pada Maya. Maya, yang merasakan perubahan pada Arga, mulai diliputi oleh keraguan dan kecemasan. Dia harus menghadapi kenyataan bahwa cinta yang mereka bangun mungkin tak sekuat yang ia kira. Dalam hati Maya, pertanyaan pun muncul: Haruskah ia bertahan dengan cinta yang mulai goyah, atau mengikhlaskan Arga untuk kembali ke masa lalunya? Kisah ini adalah tentang pilihan sulit dalam cinta, tentang bertahan atau mengikhlaskan. Di tengah dilema yang melanda hati mereka, Arga dan Maya harus menemukan jawaban atas pertanyaan yang menentukan masa depan cinta mereka. Akankah mereka mampu mengatasi rintangan ini, atau harus merelakan cinta yang sempat terbagi? Lantas, bagaimana kisah mereka di dalamnya? Apa saja yang dihadapi mereka?
Todos los derechos reservados
#85
amour
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sailing With You [END]
  • Farhan & Zahra
  • Narasi patah hati
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • BROKEN HEART [END]
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Cawa
  • Yang Pernah Patah

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido