Tunangan Ketua Geng

Tunangan Ketua Geng

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Lepasin gue Atalla!" Alara menarik kuat tangannya yang di genggam Atalla. Kedua remaja itu sedang berada di bawah tangga gedung belakang sekolah, "Lo milik gue, jangan deket-deket cowok lain!" Ucap tegas Atalla. "Jangan sok ngatur hidup gue! Lo bukan keluarga gue!" Balas Alara tak kalah tegas. Atalla maju satu langkah membuat tubuh Alara semakin mepet kedinding belakangnya. dengan gerakan lembut Atalla membelai puncak kepala Alara. "Gue gak suka milik gue dideketin cowok lain, dan lo adalah tungan gue yang berarti lo itu milik gue. Ngerti sayang?" Ucap Atalla lembut dengan tatapan dalam pada kedua manik hazel itu. "Baru tunangan aja belagu banget!" "Yaudah nanti malam aku kerumah, kita nikah minggu depan!" Setelah mengatakan itu Atalla memutar tubuh dan melangkah meninggalkan Alara yang menahan kesal padanya.
All Rights Reserved
#967
ketuageng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • Salam Terindah
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Althalan Vs Amore
  • ALRES [SELESAI]
  • Horibble Woman (END)

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines