BARRA (Revisi)

BARRA (Revisi)

  • WpView
    Reads 46,007
  • WpVote
    Votes 2,136
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 4, 2025
ini cerita tentang Barra Malik Virendra, remaja SMA yang selalu di campakkan dikeluarganya sendiri. Dia selalu disalahkan di keluarganya. tidak semua orang mempunyai keluarga cemara, rumah biasanya menjadi tempat yang paling nyaman saat bersedih, tapi ini malah menambah kesedihannya Barra Malik Virendra memiliki kembaran bernama Keinan Malik Saputra Keinan Malik Saputra adalah putra yang disayangi oleh ayah nya. Barra selalu di banding sama keinan, belum lagi dia mengidap sakit mematikan yaitu leukemia, benar Barra mengidap sakit leukemia. WARNING:ADA KATA KATA KASAR langsung baca ceritanya aja Cerita pertama, aku baca ulang ternyata seburuk itu 😭😭, maafkanlah aku
All Rights Reserved
#148
leukemia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Kembar Bukan Kembar
  • ELIO [ end ]
  • 𝔎𝔢𝔫𝔫𝔞𝔫𝔡𝔯𝔞 𝔡𝔞𝔫 𝔏𝔲𝔨𝔞
  • 𝐀𝐓𝐋𝐀𝐍𝐓𝐀 [𝐎𝐍 𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Different Twins [END]✓
  • Kalevi

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines