gioniel givandra

gioniel givandra

  • WpView
    Reads 24,601
  • WpVote
    Votes 1,776
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Gio kehilangan ingatan nya Saat bangun,ia disambut dengan meriah oleh keluarga nya, mereka berganti an memeluknya seolah dirinya sangat berharga. Hal itu membuat ia sangat senang, ternyata keluarga nya sangat baik,ia bersyukur lahir diantara mereka. Walaupun daddy nya bilang ,mama meninggal karena sakit,gio tak terlalu sedih, Karena daddy nya itu sangat memanjakan dirinya. Daddy nya akan memberikan apapun untuk gio,anak itu bisa meminta semua hal pada sang Daddy, namun Ada yang aneh, kenapa daddy itu tak membiarkan barang sejengkal ia menginjakkan kaki di makam belakang rumah. 2 batu nisan yang tak boleh dihampiri olehnya. **** "Itu siapa yang mati daddy?" "Itu abang kamu gio" "Gio boleh liat??" "Jangan!!gio liatnya dari balkon kamar Daddy saja,oke?" zexilion tak membiarkan gio melihat masa lalunya sama sekali..... Ini book 2 btw Book 1 nya mampir di akun Saya
All Rights Reserved
#442
tuanmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xyzie Andrean
  • Same But Different (Hiatus)
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • BERTAHAN UNTUK MATI
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]
  • PRETTY BOY •hyunjeong[ENDED]
  • ALEYA~~
  • A Place Called Home
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • VERDICT FOR HALYCON (END)

Jangan lupa vote yakhhh Sekalin follow mwhwhwh Kalo gak suka sama ceritanya, gk usah di baca XYZIE ANDREAN ALEXANDER DE VANDER 10 bulan telah berlalu begitu saja selama itu pula perubah terjadi kepada duo keluarga yang dulunya sangat bahgia dan salalu ada gelak tawa setiap harinya kini tergantikan dengan kesedihan semenjak permata mereka terbaring lemah tak berdaya di atas bangkar rumah sakit Tit Tit Tit Apa mimpimu terlalu indah sampai-sampai kau tak mau membuka matamu " Ayo buka matamu kami semua menunggumu di sini" Dad merindukanmu apa kau tak merindukam daddy" Kata itu terusaja terlontarkan dari mulut pria berkepala tiga itu duduk di samping bangkar rumah sakit,kadang ia juga akan mengajak anaknya berbicara walau ia tahu tidak akan ada jawaban sama kali hal itu sudah menjadi rutinitas baginya jika ia datang keisni ia akan berbicara mau itu tentang pekerjaan atau kluarga

More details
WpActionLinkContent Guidelines