Portal Waktu

Portal Waktu

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 27, 2024
Lingkaran waktu yang selalu menghantuinya dikala ia merasa semua hanyalah lelucon. Membuat ia dilanda perasaan sesak karena hanya berlari memutari waktu dan berjalan memutari waktu. Kertas-kertas juga tinta berserakan bak seni indah yang memujanya. Berusaha keras melanjutkan langkah kaki beratnya. Gagal atau berhasil, menang atau kalah. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana cara mengeluarkan diri pada lingkaran waktu yang telah mengganggunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Mesin Waktu [TAMAT]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • I'm Not A Villainess
  • You're Mine
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Pain of the Slayer
  • Sang Penulis yang Lelah
  • Behind The Smile
  • Prosaic

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines