I'm not the only one

I'm not the only one

  • WpView
    Membaca 14,028
  • WpVote
    Vote 533
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 11, 2015
Jiyeong terburu-buru memakai eyeliner yang tadinya sudah luntur terkena air mata. Parfum N°5 Ia semprotkan kedaerah leher jenjangnya. Tubuhnya bau asap. Ia harus terlihat baik-baik saja saat suaminya tiba dirumah nanti. Terdengar suara bel dengan nyaring. Itu pasti suaminya. Dengan cepat, Ia melesat kearah pintu utama dan membukanya. "Hannie." Jiyeong membentangkan tangannya dan memeluk suaminya. Respon sang suami diterima Jiyeong dengan cepat. Rongga hidung Jiyeong dipenuhi wangi parfum yang sudah sangat familiar baginya. Wangi ini bukanlah wangi parfum yang suaminya pakai tadi pagi. Sudah biasa. "Aku merindukanmu, baby." Jiyeong tersenyum kecut. Perasaannya campur aduk. Bahagia dan sakit pula. Sudah biasa. [songfic! I'm not the only one - Sam Smith]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love's affliction
  • Nuestro Destino (Our Destiny) [END]
  • My Regret ( Tamat )
  • Hold on or Give up (Complete)
  • Dating With › Real Sehun
  • Tender Love
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Rainy Night Affair
  • Wedding Proposal

NOVEL TERJEMAHAN!!! Pertama kali Shi Nian Nian bertemu Jiang Wang adalah di pintu masuk kantor polisi. Ekspresi pemuda itu pucat tanpa emosi, dan dia pucat pasi. Kemudian, dia mengetahui bahwa Jiang Wang adalah putra kepala sekolah yang menyampaikan berita itu di Sekolah Menengah Pertama tahun lalu. Dia memiliki masalah pendengaran dan dipenjara selama setengah tahun. Shi Nian Nian berpikir bahwa Jiang Wang adalah pembuat onar nomor satu yang harus ia hindari. Shi Nian Nian berpikir bahwa dia tidak akan pernah melihat emosi apa pun di wajah Jiang Wang. Sampai dia melihat ekspresi terpesona di wajah Jiang Wang. Bau anggur di tubuh pemuda itu bercampur dengan bau sabun di pakaiannya. Hal itu membangkitkan rasa genit yang tidak biasa di atmosfer. Rahangnya menegang, matanya tertunduk, dan dia berbisik di telinganya dengan menahan diri dan sabar-- "Hei, si gagap kecil. Aku agak mabuk karena anggur, dan sekarang aku punya keinginan kuat untuk menciummu. Bolehkah?" ** Kaulah khayalanku, pikiranku takkan pernah terlupakan. Dunia mengutukku ke neraka. Tapi kamu membebaskanku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan