IRIDESCENT

IRIDESCENT

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2024
Karnel tak percaya bahwa ia harus kembali ke kota ini, kota dimana semua trauma nya berasal, kota yang benar-benar tidak ingin ia pijak tanahnya, namun apa daya, keadaan membuatnya harus kembali.. Mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Karnel melangkahkan kaki nya, badan nya lemas tak bertenaga, air hujan membasahi tubuhnya, ia linglung tak tau harus kemana, tenaga nya habis, ia terhuyung kebalakang namun sebuah bahu besar menahan nya. "Karnel.." Karnel mengetahui pemilik suara itu, namun tenaga nya habis, ia memejamkan matanya, kesadarannya telah sepenuhnya hilang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baby Hostage's So Cute
  • January
  • Rindu
  • Secret of The A Class
  • From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE]
  • DERSIK
  • ARIN

"Hah?" Tanpa disadari, Elaine membuat suara kekanak-kanakan yang konyol. Hal pertama yang dia perhatikan adalah langit-langit yang akrab namun tak terlupakan. Melihatnya dengan mata bingung, dia berteriak. "Di mana aku? Ugh!" Elaine berguling dari tempat tidurnya dan mendarat di kursi di dekatnya dengan suara "Duk!" Jatuh! Elaine melompat keluar dari tempatnya dan jatuh ke tanah setelah terjebak dalam selimut di sekitar kakinya. Bagian belakang kepalanya kesemutan, tapi dia tidak punya waktu untuk peduli. periksa itu. Dia berlari ke arah cermin sudut dan melihat sekilas pada dirinya sendiri. Sebuah telapak tangan kecil ditempatkan di cermin. Dia perlahan meraih cermin untuk meletakkan telapak tangannya yang kecil di atasnya. Matanya terpaku pada sosok mungil di cermin. Tubuh kecil, hampir seukuran trisep pria dewasa. Mulut kecil dan pipinya yang imut bergetar karena situasinya yang tidak dapat diterima. Elanie mengulurkan tangan untuk mencubit pipinya yang basah karena air mata. "Apa yang terjadi? Aku tidak percaya aku kembali!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines