Almost Twenty

Almost Twenty

  • WpView
    Reads 1,955
  • WpVote
    Votes 142
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2024
Ongoing, 2025. "Kenapa ya, rasanya salah kalau aku ingin memilih hidup yang ku inginkan?" "Mau sampai kapan sih Kak, Kakak lebih memilih mementingkan orang lain daripada diri Kakak sendiri?" Inilah kisahku. Sesaat, sebelum aku pergi meninggalkan "Dekade Kedua". ... Kata orang-orang, menjadi anak pertama itu sulit. Dituntut untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya, mengemban tanggung jawab yang berat, juga diberikan harapan yang tinggi akan keinginan orang tua. Kelak, mereka para anak pertama akan menjadi panutan untuk menuntun adik-adiknya jikalau orang tua mereka telah tiada. Ternyata, semua hal itu tidak melulu dilimpahkan pada sang sulung. Terkadang, si bungsu lah yang berjuang. "Kata mereka, aku adalah harapan terakhir keluarga." Benar, aku adalah harapan terakhir. Tapi bukan untuk menjadi diriku sendiri. Hampir setiap saat, aku bertarung dengan harapan orang-orang. Hingga suatu hari, semuanya makin tak terkendali. Aku yang memiliki seribu keinginan, harus dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Mana yang harus aku pilih? Meninggalkan harapan mereka tak terwujud atau mengubur dalam-dalam mimpiku sendiri? "Mengesampingkan pilihan itu, tetap saja aku yang harus mengalah. Mengalah tentang semua hal, mengalah untuk apa yang mereka butuhkan, hingga aku hampir tak pernah memiliki apa yang aku inginkan." Lalu, masihkah tak pantas diriku untuk mengejar apa yang ku mau? Sekali saja, aku hanya ingin bahagia atas apa yang aku inginkan. _________________________________________________________________ Aku tahu aku tak sendiri, aku bersyukur Tuhan mempertemukanku dengan mereka, orang-orang baik yang terlibat dalam perjalanan panjangku. Tak bisa dipungkiri, semua pertemuan memiliki masa nya masing-masing. "Suatu hari, aku akan bertemu dengan akhir. Pada akhirnya, hanya ada kita di dalam mimpi kita sendiri, wahai masa lalu ku. Terima kasih telah bertahan, Win. Setidaknya, ada cerita, dimana ada kita di dalamnya." ~ Epos Kuno dalam Buku Harian
All Rights Reserved
#515
cemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • MENYELAMI ANGKASA [TELAH TERBIT DI LOVRINZ]
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • AFKARA [END]
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Full Of Scratches
  • Paradise
  • ALVIN (On Going)

Seorang anak berusia 15 tahun yang memiliki kehidupan sederhana, dia juga kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, bahkan orang tuanya tega memukulinya untuk melampiaskan emosi mereka. Suatu hari dia tidak sengaja menolong seseorang yang lebih muda dari dia satu tahun dari pembullyan yang terjadi di sebuah gang kecil. Yang dimana ini dapat merubah kehidupannya. "Dad! Aku ingin seorang kakak" pintanya kepada Daddy nya "Kau sudah memiliki dua kakak apa masih kurang?" Jawab Daddynya Pasalnya Ia tau bahwa anak mereka tidak akan meminta apapun kecuali mereka tertarik akan sesuatu "Ya, kurasa yang ini berbeda Dad" jawabnya sekali lagi "Baiklah, kalau kau ingin mempunyai kakak lagi, tapi siapa?" Dia menyetujui permintaan si bungsu "Ciel Dad" dia memberikan nama orang yang akan menjadi calon kakaknya nanti Disisi mansion lain "Pa, aku ingin adek" ujar si kembar kakak "Kau ingin seorang adik?" Tanyanya kepada sang kembar kakak "Ya, namanya Ciel Pa" ucapnya dengan tegas "Baiklah, Papa akan mencari data anak itu" ucapnya menyetujui permintaan sang Anak Sekaligus dia penasaran kenapa anak kembarnya ini meminta seorang adik, semenarik apa dia? Bagaimana nasib Ciel kedepan nanti? Ia akan dihadapkan oleh keluarga yang sangat posesif terhadapnya karena sifat Ciel yang polos dan lugu itu tapi ia juga nakal dan tengil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines