Finding Betelgeuse

Finding Betelgeuse

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
CATATAN: BUKAN BUKU FIKSI Bukankah sesuatu yang aneh untuk mempercayai bahwa kau memiliki ikatan batin dengan seseorang yang tidak pernah kau temui? Satu pertemuan di alam mimpi kemudian peristiwa tersebut mengubah segalanya. Dimakan ragu, dihampiri takut, mengambang dengan yakin atau tidak yakin. Bertanya-tanya apakah aku harus tetap mencari kehadirannya yang tak pasti? Hingga sampai pada 2020, aku menemukan keberadaannya. Aku selalu mempersiapkan diri jika penampilannya tidak sesuai dengan keinginanku. Namun kesalahanku, aku tidak mempersiapkan diriku jika penampilannya justru lebih indah dari yang aku bayangkan. Buku ini adalah perwujudan penantianku semenjak mimpi pertama pada Oktober tahun 2015. Buku ini akan menjadi penampung air mataku, menjadi saksi atas kepedihan-kepedihanku, serta penyesalanku dan juga kehancuran-kehancuranku. Kalian berhak memilih untuk mempercayaiku atau tidak, atau mungkin di antara kalian yang membaca ada yang mengalami hal yang serupa denganku. Aku hanya berusaha untuk menuliskan apa yang telah aku lalui dalam rangka menuju sepuluh tahun dalam penantianku. Aku Rijel Jauza, nama yang diambil dari kaki kiri rasi bintang Orion, mencari-cari jalan pulang menuju rumahku, Betelgeuse. Hampir sepuluh tahun berlalu, aku masih berada dalam pencarian panjang ini.
All Rights Reserved
#273
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adira
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • Sulthan [Revisi]
  • Hey, Mama
  • MY MJ (End)
  • Skema Nestapa [Selesai]✓
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Husband In Second Life ✓
Adira

Kata rindu menguap hilang bersama lembayung senja yang mengerikan, detik masih menjadi kendala terbesarku, dan dirimu masih tetap menjadi penyesalan terbesarku. Aku tahu jika masa tak akan mungkin abadi, dan perpisahan sudah datang di ujung perbatasan. Sebuah kutip bertanya, kemanakah hari esok akan berlanjut, dan aku hanya membisu, mempertanyakan di manakah berseminya ikrar janji itu. Lalu bibir daun menamparku, memberi peringatan dengan sarkas pada jiwa yang masih menabung harapan pada celengan raga yang tak lagi bisa digenggam. Jika esok pagi masih menungguku dengan nyanyian angin yang merdu, maka aku akan terbangun dengan cahaya yang menyerupaimu. Jika hari ini masih berlanjut, maka aku akan menunggu dengan harapan terakhirku. -Adira ©Pamiper_2020 ••• Started : 10 Maret 2020 Finished : 24 Agustus 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines