Hubungan yang sudah dijalin bertahun-tahun menjadi satunya alasan untuk Callysta bertahan. Ia selalu diberitahu untuk segera meninggalkan kekasihnya. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar menghabiskan masa bersama sejak dari remaja. Bagaimana mungkin ia bisa melepasnya begitu saja? Pun ketika hatinya juga sudah mulai meragu. Hati yang gamang itu semakin terombang-ambing ketika kedatangan seseorang yang membuat hidupnya yang tenang, damai dan tanpa suara. Kedatangan seseorang yang memperlakukannya secara berbeda membuat Callysta mulai menyadari apa yang ia cari dalam sebuah hubungan? Mungkinkah selama ini ia meragu karena bosan atau justru sebenarnya ia sudah tidak cinta lagi pada kekasihnya?
More details