Arkatama | Park Jisung

Arkatama | Park Jisung

  • WpView
    Leituras 1,127
  • WpVote
    Votos 771
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 21, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
Aku tidak tahu, kenapa ketika usiaku beranjak dewasa, aku semakin kesulitan untuk mengekspresikan setiap perasaan yang ada dalam diri sendiri. Aku lemah, tapi aku tidak bisa mengakui kelemahan ku. Aku hanya bisa berusaha tegar pada setiap hal yang terjadi. Bukan tanpa sebab, itu terjadi karena ketika aku menunjukan sisi lemah ku- mereka hanya menganggapnya acuh. Aku rindu masa kecilku. Masa dimana aku jujur dengan apa yang aku rasakan. Masa ketika aku menangis dan mengakuinya kepada orang-orang. Bukan menangis sendirian supaya orang-orang melihat bahwa aku baik-baik saja. Hidupku yang sekarang ini tidak jauh dengan seorang badut. Penuh drama dan tertutup topeng.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • Renjana [COMPLETED]
  • WindLife
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Halaman Hidupku
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • ALVIN (On Going)
  • Sefrekuensi {ON GOING}

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo