THE MOST HUMANE WAY TO KILL HUMAN

THE MOST HUMANE WAY TO KILL HUMAN

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 1, 2025
William Max Fitzgerald, adalah seorang remaja biasa seperti pada umumnya. Namun dia memiliki prinsip yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia yang telah dibentuk di dunia. William memiliki penilaian yang dia anggap sebagai keadilan itu sendiri. William menganggap keadilan yang dia miliki itu mutlak dan tak terbantahkan. William beranggapan bahwa dirinya jauh lebih adil daripada Tuhan Yang Maha Adil. Dengan berkeyakinan seperti itu, William sering melakukan aksi yang bertentangan dengan hukum dan norma norma yang sudah biasa dianut oleh masyarakat. Apa tujuan William sebenarnya? Apa aksi aksi yang dilakukan William? Apakah hukum dan norma kita sudah benar dan manusiawi? Siapakah yang lebih benar dan manusiawi? Haruskah kita memanusiakan orang yang tidak manusiawi? Apakah kemanusiaan itu penting? William, sebagai seorang manusia, meragukan identitas kemanusiaan itu sendiri, dan siap memperbaiki inti dari kemanusiaan tersebut.
All Rights Reserved
#372
psychological
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Crown Prince And System [Terbit Di Pure Publishing]
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Rebirth Merchant : Wonderfulspace Hunting for Military Officer (END)
  • Di Balik Tirai Merah
  • Last Chance [End]
  • Petualangan Defit-al  (NEW) {dalam proses revisi berkala : 8 chap✔️}
  • Ad Meliora || END✓
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]

{APOCHALYPSE SERIES 1} Bagaimana jadinya, jika Raviel Adria Von Adelard, seorang Putra Mahkota Kekaisaran, bertransmigrasi ke sebuah novel dan berperan sebagai karakter yang lemah dan bodoh? Ya nggak masalah kalau masih di server yang sama. Dunia penuh fantasi dan sihir. Lah ini di peradaban yang jauh dari kata sihir dan sangat canggih. Baiklah tak apa untuk itu. Bisa diatasi dengan kemampuan beradaptasinya sebagai Putra Mahkota, tapi kenapa harus jadi karakter lemah dan bodoh? Sedangkan dia seorang yang angkuh dan sangat jenius? "Wah tidak bisa.. Aku memang pandai melakoni peran, tapi kalau jadi orang bodoh Aku tidak bisa.." {Jangan khawatir Yang Mulia, Saya Sistem Khusus Dewa Vares akan membantu Anda beradaptasi. Mari tunjukkan pada mereka, posisi mereka sebenarnya.} Ini bukan hanya tentang cerita transmigrasi dan sistem. Tapi ini tentang rasa penyesalan akibat kehilangan orang tua terhadap anak yang disayangi, karena sikap keegoisan serta perkataan dan perbuatan yang menyakiti sang anak itu. Genre komedi, aksi, drama. Tapi maaf ni nggak ada romance. Soalnya author kalau buat romance nanti sad end kalian ngamok. Tapi gapapa. Genre aslinya sesuai kepercayaan masing-masing dan sesuai mood Yang Mulia Putra Mahkota kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines