LAUT KARAM

LAUT KARAM

  • WpView
    Reads 2,493
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
𝐵𝑎𝑠𝑘𝑎𝑟𝑎 𝑀𝑎ℎ𝑎𝑟𝑑𝑖𝑘𝑎,-1998 Sejarah tidak pernah ditulis oleh orang yang mati. Maka mereka yang mati harus menulisnya sendiri. Atlantis tenggelam. Tapi bukan karena kehendak laut, melainkan karena manusia yang terlalu rakus untuk tahu kapan harus berhenti. Berabad-abad kemudian, reruntuhan itu kembali muncul. Tidak dalam bentuk istana emas, tapi dalam tambang batu biru yang menghisap lebih banyak nyawa daripada perang. Di antara mitos, penjajahan, dan kapitalisme yang hanya mengenal kata untung, satu hal tetap sama: mereka yang berada di atas akan terus menenggelamkan yang di bawah. Tapi laut selalu ingat. Dan kali ini, ia tidak akan membiarkan mereka lari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Sistem Elemen: J
  • Prambanan Obsession (END)
  • RENJANA⚜ ✔
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Syahdan ✓
  • Iyrin : Di Balik Sayap dan Bisikan (HIATUS)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^

More details
WpActionLinkContent Guidelines