LAUT KARAM

LAUT KARAM

  • WpView
    Reads 2,494
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
π΅π‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘€π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘‘π‘–π‘˜π‘Ž,-1998 Sejarah tidak pernah ditulis oleh orang yang mati. Maka mereka yang mati harus menulisnya sendiri. Atlantis tenggelam. Tapi bukan karena kehendak laut, melainkan karena manusia yang terlalu rakus untuk tahu kapan harus berhenti. Berabad-abad kemudian, reruntuhan itu kembali muncul. Tidak dalam bentuk istana emas, tapi dalam tambang batu biru yang menghisap lebih banyak nyawa daripada perang. Di antara mitos, penjajahan, dan kapitalisme yang hanya mengenal kata untung, satu hal tetap sama: mereka yang berada di atas akan terus menenggelamkan yang di bawah. Tapi laut selalu ingat. Dan kali ini, ia tidak akan membiarkan mereka lari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • raden kian santang (Season 2) (ENDβœ”οΈ)
  • The Golden Age
  • Sistem Elemen: J
  • Jodoh Gak Akan Kemana || un1ty  [END]
  • (TELAH TERBIT) Penulis yang merancang kematian tokoh utamanya.
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti neraka yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk mati. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines