#5 Reasons Why I Love You - END

#5 Reasons Why I Love You - END

  • WpView
    Leituras 457,810
  • WpVote
    Votos 28,006
  • WpPart
    Capítulos 57
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mar 23, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Ternyata hal-hal yang orang bicarakan soal kehidupan orang dewasa itu memang benar adanya setelah Nada mengalaminya sendiri. Kehidupan percintaan orang dewasa ternyata tidak sesederhana itu. Dia kira pacaran itu sudah pasti satu agama. Kalau bukan ketemu berondong, ya suami orang. Hari ini kencan sayang-sayangan, lalu besoknya asing menyapa. Laki-laki dengan full effortnya di awal pun tidak menjamin dia serius. Giliran dia serius, tuhan kami tak sama. "Dunia terlalu bercanda. I'm such a lover girl," Nada mendesah panjang. Menyudahi tangisnya yang lima menit lalu mengucur deras bak air terjun. "But that's okay, I'll forever be a lover girl. Nothing can't change it. I've cried oceans and I'm still here with so much love." "The next man will get a better version of me. I promise." ucapnya penuh tekad pada diri sendiri setelah bertemu banyak plot twist di persimpangan jalan.
Todos os Direitos Reservados
#76
architect
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Di Balik Kacamata [END]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Kerfuffle (Tamat)
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Komposisi Cinta (END)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Nearby Relations

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo