KEBENARAN DENGAN TANDA TANYA

KEBENARAN DENGAN TANDA TANYA

  • WpView
    Reads 3,397
  • WpVote
    Votes 277
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2024
Di dalam lorong waktu yang tak terhingga, terdapat kenangan-kenangan yang amerta dan tak terlupakan. Kehidupan masa lalu yang pernah dialami, kini menjadi bayang-bayang yang menghantui. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kehilangan, terdapat harapan untuk mengangkat kembali kisah yang terlupakan. Di sebuah kerajaan yang terletak di bumi, desir angin yang menyejukkan masih terdengar. Awal yang kalis dan kuat, namun tidak dapat menghalangi kehendak karsa yang tidak merestui. Lengkara yang pernah menghiasi kehidupan, kini telah melupakannya. Kegembiraan yang sangat risak, kini hanya menjadi kenangan yang pahit. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kehilangan, terdapat pertemuan waktu yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Rinai hujan yang berjatuhan dari langit, menjadi simbol dari kesucian dan kebahagiaan. Semoga semua berakhir dengan bahagia, dan kenangan-kenangan yang amerta dapat menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.
All Rights Reserved
#72
kaifang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Aku dan dimensi hujan
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Fading Out Flickers
  • The Last Birthday With You
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Free Lady : Alternis Time

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines