"Takdir yang Menyembuhkan"

"Takdir yang Menyembuhkan"

  • WpView
    Leituras 52
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 16, 2024
Inilah kisah tentang perjalanan seorang perempuan tangguh bernama Aisha farah zahira , tentang bagaimana kekuatan iman dan ketabahan bisa menjadi obat bagi luka-luka yang dalam. Dan di antara pelajaran hidup yang tak terduga, dia menemukan bahwa takdir yang menyembuhkan adalah pencerahan di tengah gelapnya malam, dan setiap detiknya adalah berkah dari Sang Maha Penyembuh.
Todos os Direitos Reservados
#371
indonesiamenulis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • Semanis Cinta Mas Santri
  • Humaira Az-zahra
  • PERANTARA SURGAKU [END]
  • Menggenggam Harapan, Melawan Takdir
  • Cover Me🕊️
  • Imperfect Husband (Completed)
  • IN SYAA ALLAH
  • Dhazella, My Soul's Healer

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo