Menunggu Matahari Terbit

Menunggu Matahari Terbit

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 25, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Menurutmu... apa yang akan kau ingat dalam kilas balik tujuh menit kehidupanmu saat ini? Apakah berisi tentang keluarga? Masa sekolah? Kucing yang aku elus di jalanan? Arunika.. cahaya merah hampir jingga di kala matahari terbit, sosok itulah yang akan menjadi apa yang terakhir aku lihat dalam kehidupanku. Sosok yang paling bersinar dan akan selalu aku pandang. Ada banyak hal-hal yang membuat dunia ini terang, salah satunya dia. banyakk warnaa di dirinyaa, selalu saja cahaya itu menerangi pemikiranku, membuat ku bersemangat dan membuat ku tak ingin menolehkan pandangan darinya, dan membuat ku berharap semua itu bertahan selama mungkinn namun seiring berjalannya waktu cahaya itu semakin menjauh dan pergi dariku seakan semua itu diambil dan tidak boleh didekatkan denganku... Jatuh cinta itu alay ya...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • flashback~
  • Titik Yang Benar
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Remember Me As A Time of Day✅

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido