VALUNIKA

VALUNIKA

  • WpView
    مقروء 53
  • WpVote
    صوت 3
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمكتمِلة أحد, نوفـ ٢٤, ٢٠٢٤
Bagaimana bisa kamu mampu melakukannya? Jika hanya batu krikil yang di depanmu saja kamu sudah tidak mau lagi berjuang. Padahal masih ada batu karang, tanjakan, jalan yang berkelok, bahkan jurang sekalipun yang harus kamu lewati. Kamu hanya perlu satu, mencari cara untuk melewati itu semua. Ini kisah kami. Kisah ketiga remaja yang mencari jati diri masing-masing. Berjanji pada diri sendiri untuk menata masa depan yang jauh lebih baik. Tanjakan bukan lawan kami lagi, jalan yang berkelok-kelok sudah kami lalui, bahkan jurang itu sudah kami lompati hanya untuk mencapai tujuan yang kami inginkan. Kami bukan gadis yang terlahir dengan sempurna, kami bukan gadis yang terlahir dengan keberuntungan, kami hanya gadis yang berusaha menjadi sempurna dan mencari keberuntungan. Ghina, Aurora, dan Enjel. Gadis yang yang berjuang, bertahan demi masa depan yang bebas. "Mungkin berjuang sedikit lagi tak apa, kita harus bisa sesabar hujan, agar kita bisa melihat senja yang indah dan rembulan yang mempesona" ~SegitigaMuda
جميع الحقوق محفوظة
#4
enjel
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Memories in Moon
  • Ex or New? [REVISI]
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • [Complete] Fate in Chains
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Senja dan Jingga

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى