JULIAN&KANZI (On Going)

JULIAN&KANZI (On Going)

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 5, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
... JULIAN, nama itulah yang dia punya, di saat orang tuanya menurunkan dia di jalan yang sepi, sewaktu hujan deras di malam hari. apa saja dia lakukan untuk bertahan hidup, bekerja di malam hari, menjadi pelayan cafe, untuk membayar kost yang menjadi tempat tinggalnya, dan menjadi pelajar di "SMA GARUDA" adalah hal yang iya syukuri. KANZI AGELO, perempuan asal jepang, yang harus pindah ke indonesia. menjadi guru baru di "SMA GARUDA". saat hendak membuka pintu untuk masuk ke kelas, seseorang lebih dulu membuka pintu itu dari dalam. seorang murid laki laki hendak keluar, sambil menunduk dan menutupi hidungnya dengan sikutnya, entahlah dia kenapa, yang jelas kanzi melihat darah dari sela sela sikutnya. "Gak ada yang bisa gue banggain di dunina ini, bisa di bilang gue gak ada tujuan hidup, bahkan setelah lulus SMA pun gue berencana mau mati." "Setidaknya gue harus punya minimal surat kelulusan SMA sebelum mati" -JULIAN- "Gak ada orang yang gak berguna di dunia ini, kalo kamu gak berguna untuk apa kamu ada di dunia ini, kamu mau nyerah gitu aja, kamu harus berjuang julian, saya yakin tuhan punya rencana untuk kamu." -KANZI- "tapi kapan?" Apakah julian bisa menemukan kebahagiaannya? apakah tuhan akan selalu ada untuknya, mendengarkan keluh kesahnya. dan julian juga yakin tuhan pasti muak selalu mendengar keluhan dari julian. bagaimana pula kanzi seorang guru muda yang diam diam memperhatihan julian. Akankah julan menyadarinya... ... ...
All Rights Reserved
#376
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melody Arthadiesa
  • Terperangkap di dalam rasa yang salah
  • Bayi Dosenku 2
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Serpihan Luka
  • BarraKilla
  • Gara Narendra
  • ZiAron [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody. --- "Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya "Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan "Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek "Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody "Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo "Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya --- "Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya "Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody "Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata "Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik "Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo

More details
WpActionLinkContent Guidelines