We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Inginnya Digapai

Inginnya Digapai

  • WpView
    Reads 765
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sura punya beberapa angan yang ingin digapai. Salah satunya menjadi seorang Ibu. Membayangkan akan ada satu makhluk hidup yang menerima dengan tulus keberadaannya selalu membuat dada Sura membuncah dipenuhi kebahagiaan. Lalu ketika hal yang diinginkan itu betulan tergapai, ternyata semuanya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. "Lo bisa jadi seorang Ibu, tapi bukan sekarang. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk punya anak Sura," Kata cowok yang selalu berkata bahwa semuanya baik-baik saja, namun ketika diterjang kenyataan yang sebenarnya, berbagai alasan langsung muncul dari mulutnga seakan yang kemarin dilewati hanya hari biasa yang tidak berharga. Sura telah memberi segalanya pada Jyakta. Tetapi balasan yang didapatkan tidak menyentuh setengah dari apa yang dia beri. Salahnya sendiri, menaruh harapan pada makhluk bernama manusia dan lebih apesnya lagi... laki-laki yang sudah memiliki kekasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • SOLITUDES
  • Bayi Dosenku 2
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Salah Target [Unpublish]
  • Istri Mudaku
  • Regan dan Cintanya [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Bukan ZONK!

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines