Story cover for MASA ITU by Frslx_
MASA ITU
  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 20, 2024
Kumpulan puisi gabut









Menceritakan tentang perjalanan cinta dua manusia yang berbeda gender, tentang suka maupun duka, senang maupun tangis semua ada disini












Murni pemikiran sendiri
Copas puisi wajib tag penulis
Follow dulu sebelum baca
All Rights Reserved
Sign up to add MASA ITU to your library and receive updates
or
#308diksi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going) cover
Evolusi Kata cover
Dia Semesta cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Rangkaian Kata (Completed) cover
Rangkaian Aksara cover
sayangnya cila ke ciara cover
Sasmita Nivriti cover
KONSEKUENSI HATI cover

Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)

20 parts Ongoing

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.