Paralel Universe

Paralel Universe

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 14, 2024
Karya ini aku buat untuk mengenang kepergian seseorang. "Almarhum" bukanlah kekasih ku, "dia" hanya menganggap diriku sebagai seorang adik. "Almarhum" meninggal karena tenggelam, ada yang mengatakan bahwa penyakitnya kambuh. Tapi selama kita kenal, "dia" tidak pernah mengatakan apapun tentang penyakitnya. Beberapa orang ada yang mengatakan kalau "Almarhum" sakit ayan, tapi aku masih belum tau kenyataannya. 10% kisah ini aku ambil dari kisah cintaku. Tapi lucunya, di sini aku tidak menggunakan namaku sendiri, dan aku bukanlah tokoh utamanya. Kalian cukup mengambil sisi positifnya. Selamat membaca, semoga terhibur, dan semoga bermanfaat. Aku butuh sekali kritik, dan saran yang membangun dari kalian tentang cerita ini. Terimakasih Selamat membaca
All Rights Reserved
#18
anggi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • False Hopes
  • ALLAND
  • FIGURAN GIRL ( LENGKAP )
  • My Duchess / End
  • Different [END]
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines