We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku Dara
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku, yaa.. Dara.. sebut saja begitu, lahir di Magelang Jawa Tengah. Aku seorang wanita pengantar surat di sebuah kota kecil yang berada di sekitar Magelang, tiap pagi aku selalu mengantarkan surat kepada nyonya Manie sang gadis cantik di ujung sebrang jalan. Ia selalu menunggu surat dari suami nya tuan Ranggala. Namun pada tahun 1960 nyonya Manie sudah tak menerima surat dari sang suami itu lagi dari tuan Ranggala, hilang kabar begitu saja. Aku juga sedikit kebingungan, kurang lebih 2 bulan lama nya ia selalu bertanya kepadaku tentang kiriman surat dan Tuan Ranggala, namun aku tak menerima surat tersebut kataku. Sekian lama nyonya Manie menunggu hingga akhirnya ia tiada pada 15 Maret 1960, lalu dari situ rumah nyonya Manie kosong begitu saja tanpa ada yang menunggu di dalamnya. Aku sedikit penasaran hingga akhirnya aku menemukan sebuah foto tuan Ranggala yang saat itu berusia sangat muda, sepertinya aku pernah melihat orang ini namun entah dimana, karena aku penasaran akhirnya aku menyusuri beberapa tempat di foto foto itu untuk bisa bertemu tuan Ranggala.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Si Manis
  • Introvert Boy
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • The Nightmare Stories (Completed)
  • Anastasia
  •  PATAH
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • Eternal Kindness (Princess Giania And The Witch From The Past) [COMPLETED]
  • Bluebonnets I: The Flower [√]
  • Di Antara Rumah yang Kosong
Si Manis

Aku hanyalah seorang siswa pindahan, meninggalkan sekolah Cina tempat aku tumbuh, lalu melangkah ke dunia baru di sebuah sekolah swasta Islam. Awalnya, aku mengira ini akan menjadi awal yang tenang, babak baru untuk menyesuaikan diri dan menemukan kenyamanan. Tapi takdir berkata lain. Tepat pukul 12 siang di hari pertama, teman-teman sekelasku asyik berfoto di bangku belakang kelas. Tawa riang, senyuman ceria, semua tampak normal... sampai kami melihat foto itu. Di antara wajah-wajah yang tertangkap kamera, ada satu sosok yang tak seharusnya ada. Seorang wanita dengan senyuman samar yang kami beri nama si Manis. Sejak saat itu, hidupku berubah. Gangguan-gangguan aneh mulai muncul, mimpi-mimpi buruk yang terasa nyata, dan rahasia kelam yang perlahan terungkap dari dinding-dinding sekolah ini. Siapa sebenarnya si Manis? Dan kenapa aku merasa... dia mengawasiku? Sebuah perjalanan yang awalnya hanya tentang adaptasi, berubah menjadi perjuangan untuk memahami misteri yang tersembunyi di balik senyuman samar di dalam sebuah foto.

More details
WpActionLinkContent Guidelines