We & A Cup of Coffe

We & A Cup of Coffe

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
Early accses on fizzo novel @urmoncheri HAPPY READING, LOVE! Gadis itu menatap dalam mata pria dihadapannya, mencari setitik keraguan didalamnya. Ia tertawa pelan, menatap tidak percaya lawan bicaranya. "Apa Mas Yasa gak pernah melihat raut bahagiaku setiap menghabiskan waktu bersama Mas Yasa? Atau Mas Yasa dengan kesadaran penuh menyangkal fakta yang jelas-jelas dapat mas lihat sendiri kebenarannya?" Alana menatap penuh tanya pada sang tuan. "Yang aku mau itu cuma Mas Yasa. Impianku itu bukan menjadi komikus terkenal atau bahkan menerbitkan komikku sendiri, mas! Impian Lana itu, membangun keluarga bahagia versiku bersama Mas Yasa! Dan mencoba seluruh kegemaran kita bersama. Aku bahkan gak pernah merasa Mas menghambat karirku. Kenapa juga kamu meragukanku?" Tirtayasa bukan pria yang pandai memainkan kata, Yasa juga bukan pria yang pintar merayu. Dia terlalu kaku, terlalu realistis, dan terlalu takut untuk melangkah. Dia terlalu takut untuk percaya bahwa gadis dihadapannya adalah gadis yang Tuhan takdirkan untuknya. Yasa, terlalu pengecut untuk menjadi bagian dari kisah hidup Alana. DILARANG PLAGIAT!
All Rights Reserved
#33
kedai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Late Night
  • Keep Your Smile
  • My Beloved Revenge [END]
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Reputation Rescue
  • [ COMPLETED] AFTER WORK
  • Dua Dalam Secangkir Kopi
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Coffe Shop
  • C I N (T) A (COMPLETE)

Di balik megahnya gedung-gedung Tamara High School-sekolah swasta paling elit di kota-terdapat sosok siswa sederhana yang tak pernah luput dari perhatian: Aksara Pradipta. Bukan karena pakaian mahal atau nama belakang bergengsi, tapi karena kepintarannya yang mencolok dan kerendahan hatinya yang langka. Aksara adalah siswa beasiswa-satu dari segelintir yang berhasil menembus seleksi super ketat untuk bisa duduk di bangku sekolah para anak orang berkuasa. Di siang hari, ia bersaing di kelas dengan anak-anak konglomerat. Di malam hari, ia meracik kopi sebagai barista di Butterfly Café, menyambung hidup dan mimpi yang belum sempat ia sampaikan pada siapa pun. Tak ada yang meremehkannya. Justru sebaliknya-Aksara dicintai banyak teman karena kepribadiannya yang hangat dan ceria. Namun di balik senyum ramahnya, ada satu kisah yang tak semua orang tahu: hubungan rumitnya dengan Vera Tamara. Vera adalah putri pemilik sekolah. Cantik, berkuasa, dan dikenal temperamental. Apa yang ia inginkan, harus ia dapatkan. Dan saat ia menginginkan Aksara, tak ada yang berani bertanya kenapa. Termasuk Aksara sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines