Bagaimana dengan kita?

Bagaimana dengan kita?

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini diawali dengan Prolog dan akan diakhiri dengan Epilog, namun kisah yang terjadi didalam cerita ini hanya berupa Prolog tanpa adanya Epilog Serta ditulis dengan luka yang nyata. "Namanya Mikayla atau Mikasha?" "Mikayla." "keren ya namanya." sang pemilik alis tebal yang identik dengan polo shirt hitamnya itu, memang telah berlalu cukup lama, dan memang telah usai sedari kapan hari. Namun, aku penasaran, Apa yang membuatnya berlalu begitu cepat? terlalu cepat sehingga aku tak dapat merasakan kehadirannya untuk waktu yang lebih. Hanya ada satu pertanyaan, Mengapa tak menetap lebih lama? menetap untuk berjalan menelusuri jalanan, menetap untuk bersama-sama mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi, menetap untuk bersama-sama mengetahui hal baru, dan menetap untuk banyak hal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙒𝙖𝙞𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙛𝙤𝙧 𝙮𝙤𝙪
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • ALEXAVIER[HIATUS]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Pemilik Setia
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • DANADYAKSA
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Lost in Reverie [Moqeel]

Prolog Aku tidak pernah merencanakan apa pun soal perasaan. Segalanya mengalir begitu saja. Seperti bagaimana aku mengenal Arya berawal dari satu foto, satu percakapan singkat, lalu perlahan berubah jadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Dia muncul, bukan sebagai pahlawan atau tokoh utama dalam hidupku, tapi sebagai seseorang yang entah kenapa... ingin aku kenal lebih dekat. Mungkin ini bukan cerita cinta yang luar biasa. Tapi ini cerita tentang bagaimana satu orang bisa datang dan mengubah cara kita melihat dunia. Tentang kehadiran kecil yang ternyata bisa berarti besar. Dan inilah ceritaku-tentang mengenal, menunggu, dan merasa cukup... hanya karena dia ada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines