LAUT DAN LUKANYA

LAUT DAN LUKANYA

  • WpView
    Membaca 3,908
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 18, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Menceritakan tentang alasea, samudra dan percintaan mereka yang rumit Samudra yang selalu memprioritaskan Aila sahabat masa kecilnya sehingga tanpa sadar menyakiti perasaan sea Melihat itu apakah sea akan sakit hati dan pasrah? Tidak! Itu bukan diri sea, dia terus mengangkat dagu menantang samudra seolah olah dia tidak peduli dan tak jarang dia menyakiti aila Tentang sea yang senantiasa setia kepada samudra, dan Samudra yang memiliki sifat seperti bunglon Dan tentang mereka berdua yang mempertahankan relationshipnya, tak peduli dengan luka luka yang mereka dapatkan dari orang-orang yang berusaha memisahkan mereka >><< "Rasanya gue pengen nyatu sama lautan, pergi bersama air dan menelusuri setiap pantai" Ucap sea tiba tiba Samudra menaikan satu alisnya "Kalo lo suka sama laut lo ga perlu menyelam bahkan menyatu, cukup duduk di tepi pantai, nikmati setiap ombak dan anginnya" "Lo bener, berisiknya ombak lebih tenang daripada suara manusia yang kadang nyakitin perasaan gue" Sea pun menyenderkan kepalanya di bahu samudra, lalu samudra mengelus pelan kepala sea dan melihat wajah sea yang terpejam karna menikmati setiap angin yang menerpa wajahnya "Kenapa lo suka sama laut? Padahal lo kan ga bisa berenang" "Karna gue selalu berharap ombak nyeret gue pergi dari setiap permasalahan yang ada di hidup gue dan membawa gue kedasar lautan supaya hidup gue tenang, dari dulu laut selalu jadi tempat ternyaman, menyimpan segala cerita meskipun ga pernah terlisankan, kadang gue cape sama dunia" Setelah mendengar segala cerita dari sea samudra memeluk erat tubuh sea seakan akan gadis itu akan pergi "Maksud lo apa?" Tanya samudra "Gue kenapa?" "Stop bicara seolah olah lo bakal ninggalin gue, lo harus tetep disini temenin gue selamanya, gue ga suka lo ngomong kayak gitu, jangan bikin gue takut alasea"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#836
toxic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Breathe
  • Semu [Completed]
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Sejenak Luka
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • BarraKilla
  • DAVARA
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan