Merapah Akara Bumi Pasundan

Merapah Akara Bumi Pasundan

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 13, 2024
Konon katanya "Jika kamu tidak bisa melupakan orangnya, maka kamu bisa meninggalkan kotanya." Tentang Lavanya, Bimantara, dan Bandung yang menjadi saksi bisu tentang seorang gadis yang mengagumi seseorang yang begitu sempurna dimatanya. Lavanya ingin mencintai Bimantara nya, ingin mencintai lebih dari masa lalunya, ingin menjadi peran yang paling berkesan dari kesan lainnya yang pernah Bimantara temui sebelumnya, bukan hanya sekedar singgah melainkan sungguh yang akan menjadi tujuannya.
All Rights Reserved
#594
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Diam(End)
  • Kamu dan Bandung
  • RAKASYA [TERBIT]
  • 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐀𝐥𝐢 𝐏𝐫𝐢𝐥𝐥𝐲
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • Possesive Playboy
  • Something Between Us
  • Arkan & Bandung

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines