If You Are A Season

If You Are A Season

  • WpView
    Reads 3,751
  • WpVote
    Votes 539
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 25, 2024
Everything happens for a reason. Seperti daun layu yang akhirnya mengalah dan gugur dari rantingnya, agar tunas baru muncul untuk melindungi semut-semut yang sedang cari makan dari teriknya sinar matahari. Atau rintik deras hujan yang menjadi penghalang bagi pemotor untuk kembali pulang di sore hari, demi memberi makan pohon-pohon yang kehausan di tengah kemarau panjang. Atau mungkin kucing kecil yang tersesat kehilangan induknya masuk ke dalam lift gedung yang memerlukan kartu akses untuk masuk. Kucing kecil yang membawa Eri pada kejadian memalukan di depan rapat pimpinan tempat dia bekerja. Kemana induknya? Haruskah Eri meneriaki sang induk yang dengan cerobohnya membiarkan si kecil itu lolos dari pengawasannya? Karena bukan hanya memalukan, sang kucing kecil juga yang akhirnya membawanya pada sebuah masa lalu yang sudah lama dikubur. Masa lalu yang ingin dihapusnya. Masa lalu yang tidak seharusnya masuk kembali di masa depannya. Haruskah Eri kembali berlari?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Meja Redaksi [SUDAH TERBIT]
  • Another [END]
  • light from the darkness||LOOKISM
  • Falling For The Devil [END]
  • Golden Blossoms (End)
  • First
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Narasi Tanpa Akhir

Suara bising yang berasal dari dapur di lantai bawah, belum juga membuat Ruis yang sudah membuka mata tersadar penuh. Ia sedang punya keringanan sehingga bisa meninggalkan salat Subuh dan tertidur sampai matahari meninggi. Kesadaran kembali seratus persen setelah netra menangkap sosok lain yang juga tertidur dengan kepala di atas meja, tepat di sebelahnya. Mata membola tatkala meyakini ini bukan mimpi. "Aaaaa!" pekiknya. Sosok itu membuka sebelah mata. "Tidur lagi. Kita berangkat agak siangan aja." Ruis terpaku sesaat dengan duduk yang sudah tegak. Rasanya malu dengan para laptop yang terbuka dan tak tertata rapi di sana. Entah bagaimana bisa dia tertidur di sini bersama seorang laki-laki. "Aku ... pindah ke dalam. Laptopnya bakal aku tutup semua." Ruis segera beranjak, mematikan dan oleh menutup dua puluh laptop di meja satu per satu. Lalu, dia meninggalkan laki-laki yang kembali tertidur pulas setelah menyuruh dirinya tidur kembali. Gila. Bisa hilang waras aku kalau lama-lama satu kerjaan sama dia! Update tiap Rabu dan Minggu @orizuru_ & Leo Media

More details
WpActionLinkContent Guidelines