Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Dear name
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 8, 2024
Hei... kau yang Kukasihi Namaku,, apakah dia meninggalkan kesan untukmu ? Namaku, apakah masih kau ingat dan simpan ? Namaku, apakah dirimu ingat bagaimana bentuk dan rupaku ? Namaku, apakah dia pernah kau rindukan ? Dan namaku, apakah kau setidaknya bisa memahami lukaku dan tangisanku dan menceritakan namaku bersama dengan sedikit saja hal manis yang selalu kau ucapkan ketika kau menyebut namanya ? karena... untukku Namamu, ada disetiap sudut hidupku Namamu, selalu ada disetiap tangis rinduku Namamu, mengingatkan begitu banyak hal dan kenangan yang cukup untuk di ingat dalam hari- hariku yang sunyi Namamu, dan kisah kita mengajarkanku.. Aku harus terus berusaha mencintai hidupku meski aku tidak bisa memiliki namamu didalam hidupku Hei.. kamu, jika memang ada kehidupan lain setelah kehidupan ini, bisakah aku meminta agar Tuhan mengizinkan kita untuk tidak mengenal dan bahkan mengetahui nama satu sama lain. Karena pada akhir dari setiap kisah kita, hak yang tertinggal dan hal yang bisa kumiliki tampa membuatmu murka hanyalahvbisa menyebut namamu sebanyak yang aku mau . Dari aku yang bernama " Liliana " untuk kamu yang bernama " Noah "
All Rights Reserved
#324
kesempatankedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Promise
  • You, Hope, and Memories
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines