(Un)Perfect Marriage

(Un)Perfect Marriage

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2024
Tidak semua wanita beruntung dengan memiliki sebuah pernikahan yang sempurna, dan Larasati memilikinya. Walaupun dia menikahi seorang duda beranak satu yang terpaut usia delapan tahun darinya, tapi sosok Bayu Hartanto memiliki semua hal yang digilai wanita : fisik tanpa cela, kekayaan paripurna dan sikap bak malaikat tanpa sayap. Hingga pada satu titik, kesempurnaan pernikahan Laras harus terguncang oleh sebuah takdir saat Bayu mengalami serangan jantung secara tiba-tiba, berefek pada impotensi yang dialami pria itu. Pada awalnya hal tersebut tidak terlalu mengganggu Laras, karena cinta mereka lebih besar daripada sekedar masalah ranjang. Laras tetap menerima ketidak-sempurnaan sang suami. Namun, godaan gairah itu tiba-tiba muncul saat sang mantan kekasih datang. Danny Carlo kembali mendekati Laras setelah pertemuan mereka di acara reuni. Larasati seolah terombang-ambing oleh kesetiaan dan hasrat yang tak bisa dibendung, dan dia harus memilih salah satu dari keduanya. Follow me on ig @dianafitria822
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Manja Kesayangan Mas Bram
  • LOSE OR GET YOU
  • Melt Her Heart (TAMAT)
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Bratty Wife
  • PAMIT (END)
  • My Devil Husband
  • Istri Mudaku
  • Trapped In Marriage [COMPLETED]

"Mas, aku kalau tidur harus pegangan tangan." "Kalau aku sedih aku suka minta pelukan." "Aku kalau ngambek harus dibujuk-bujuk." "Aku enggak bisa melakukan apa-apa sendiri. Aku enggak mandiri. Apa-apa harus ditemani." "Aku juga cemburuan, Mas." Bram Adinata Akarsana yang sedari tadi hanya mengangguk-angguk mendengarkan celoteh calon istrinya kini mulai menatap gadis di depannya lekat. "Sudah hanya itu?" Kini giliran Pramitha Anindira yang mengangguk. "Saya bisa terima itu semua, tapi," mata pria itu memicing, "saya seorang dokter kulit dan kelamin. Kamu bisa terima itu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines