Alya-Zen

Alya-Zen

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2024
Pasti cuma kebetulan, kan? Diantara jutaan hidup manusia di bumi, tuhan pasti telah menetapkan guratan takdir diantara hambanya. Tak akan ada yang mampu menolak. Bahkan, Alya sekalipun. "Aneh ga si? Udah kayak di dektektif Conan aja, temenan dari kecil sampe gede, masa iya sama Dia terus?" (Alya Maharani) "Yang namanya temen, apa-apa harus didukung dan dijaga, apalagi cewek. Mahluk paling cerewet, berisik, plus lemah." (Zeffryn Ardiata) Sedikit gabungan Enhypen, but just Jay, Sunghoon and Jake Cover: pinterest
All Rights Reserved
#13
maharani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Fajar & Senja
  • Don't Be A Stranger [END]
  • Setiap Orang Ada Masa Nya -Enhypen
  • Painful By Accident (Completed)
  • Our Story || Park Sunghoon✔
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • my favorit house || enhypen (Slow Update)
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines