ATMA TAK AMERTA (On Going)

ATMA TAK AMERTA (On Going)

  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
"Tuhan itu adil, tapi ini berat." Atma tak amerta yang berarti jiwa tak abadi. Jiwa akan pergi dari raga kapanpun, dan jika jiwa itu pergi maka jiwa yang masih terperangkap dalam raga lain tak lagi bisa menggapainya. Terombang-ambing oleh takdir adalah hal yang pasti didapati setiap manusia yang bernyawa. Dan ini Langit Arsael Biandra, jiwa yang penuh dengan kesakitan luka yang terdapat pada fisik dan batin. Jiwa yang menuntut bahagia namun tak kunjung diterima, hingga berakhir menjadi jiwa yang penuh amarah dan dendam. Tak ada yang menginginkan takdir seperti ini, namun pada dasarnya manusia lahir membawa takdirnya masing-masing. "Gue boleh berhenti?" "Berhenti apa, lang?" "Melepas lelah." Dunia adalah tempat yang mengerikan bagi jiwa yang sakit, namun siapa yang bertahan itulah yang terkuat. Dan inilah langit hadir bersama takdirnya.
All Rights Reserved
#142
leukemia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • ASKA (New Version)
  • ALASKALETTA
  • Langit Yang Sama
  • [S1] The Beginning Of Our Destiny [DIBUKUKAN]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines