Halo!! Baswara

Halo!! Baswara

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 27, 2024
Hanya melihatnya sekilas, tapi rasa ini malah berakhir tak sekilas. Harsa, itu yang aku rasakan saat pertama kali melihatnya. Entah apa yang mendorongku untuk terjun dalam perasaan ini, entah apa yang menjadi motivasiku untuk masuk kedalamnya, dan entah apa yang menjadikanku menetap di dalam. Buana penuh misteri, tapi mengapa yang satu ini begitu candu ???. Seperti mimpi namun nyata, haluanku yang kalut akan senyuman, apakah ini yang dinamakan bertemu dengan Baswara ??. Halo!!!, Baswara. 🦄 Selamat menikmati cerita yang buat ya, semoga kalian bisa ikut merasakan apa yang aku rasakan saat ini. "Insyaallah saya akan membuat cerita ini persis seperti apa yang saya rasakan. Sebelumnya maaf jika saya selalu mengganggumu."
All Rights Reserved
#310
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Cinta di Atap SMA
  • Kagum? (TAMAT)
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • I Love my Teachers ( Selesai )
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • No Longer Mate
  • My Friend and My Bestfriend
  • Tiga : Aku, Kamu, Kita (TAMAT)

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines