MY ROOMMATE IS A BASTARD

MY ROOMMATE IS A BASTARD

  • WpView
    LETTURE 29,837
  • WpVote
    Voti 887
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, feb 8, 2025
[21+] WARNING : 1821+, harsh words, sex, drunk, criminal, psycho, dark. Sialan! Jika saja Aycel tahu lebih dulu bahwa anak teman orangtuanya yang apartemennya akan ia tempati adalah seorang lelaki, Aycel akan menolaknya mentah-mentah dan memilih kuliah di luar negeri. Namun karena pacar dan teman-temannya yang tak ingin berpisah, membuat Aycel mau tidak mau harus tinggal bersama lelaki menyebalkan bernama Albara. Tentu, kata brengsek mungkin lebih cocok menggambarkan lelaki itu. Yang orang-orang sekitar dan orangtuanya tahu bahwa Bara adalah pria baik-baik, dewasa, cerdas, dan penyayang. Tapi siapa sangka Bara yang berhadapan dengan Aycel saat ini adalah Bara yang brengsek, arogan, kasar, songong dan mesum kepadanya. Belum genap satu hari, Aycel sudah dibuat tidak betah dengan kelakuan Bara. "Ahhh, yeshh babyy, ahhh ahh...." "AlBARA, KECILIN!" Bara menyeringai, ia malah makin membesarkan volume tv nya, "EUNGHH, AHHH UHMM AHHHH..." "BARA ANJING!" Pertama kali dalam hidup, sumpah serapah dan umpatan kasar karena lelaki itu, keluar dari bibir cantik Aycel. [START : 16.06.24] [END : -]
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Om Barra [TERBIT]
  • AL - TA [END]
  • Bad Revenge || I'm Sorry
  • Oh My Doctor (21+) [END]
  • The Darkness Of The Kalan [END]
  • Transmigrasi: Love Punch
  • My Lecturer My Future

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, matanya beralih ke Asher, yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata, Asher melangkah mendekat, tatapannya dingin dan tajam. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangannya terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher-apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate-tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Tapi semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti