VASILIAS MATE

VASILIAS MATE

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2024
"Jadi, dimana Mate mu paman?" Gadis kecil nan polos itu bertanya dengan mata yang berbinar, mata seperti permata Ruby itu menatap lekat dengan tatapan penasaran yang seolah-olah akan menarik mu kedalamnya. "Entahlah, aku juga tidak tau.... dan aku.... sudah menyerah untuk mencarinya" Tatapan kosong dengan perasaan rindu yang entah kepada siapa kerinduan ini dituju. Ia menatap diam ke arah danau indah didepannya dengan perasaan hampa. Setelah keheningan yang cukup lama, ia berbicara sambil menatap kearah sang Gadis kecil disamping nya "Mate.... bagi makhluk Abadi seperti kami mereka sangat berharga, namun sangat sulit ditemukan. Layaknya Harta Karun yang sangat didamba para manusia, Jika menemukannya akan mendapatkan kebahagiaan namun jika tidak hanya ada keputus asaan dari harapan dan mimpi yang tidak diketahui masa depannya"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUT OF CONTROL {END}
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Obsesion or Love?
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • BARELLINE RADEVEN
  • Whisper of Bloody Kiss ✔️
  • Possessed by You
  • Menjaga Monster

DARK ROMANCE Gadis itu terkurung dalam ruangan sempit, dinding-dinding dingin mengurungnya seperti jeruji besi tak kasat mata ia meronta-ronta, berteriak ketakutan. "tidaaaakkk, pergiiiii aarrrgghhh pergiiiii", jerit seorang gadis kedua tangan dan kakinya terborgol. "Lepaskan aku! Kumohon!" suaranya pecah, disertai isakan yang semakin lirih. Di luar sana, lelaki bertopeng itu hanya tertawa kecil, menikmati ketakutan yang merayapi tubuh mungilnya. Gadis itu meraung, berteriak hingga suaranya serak, air mata mengalir tanpa henti. Tapi tak ada yang mendengar, tak ada yang peduli. Ia harus keluar. Bagaimanapun caranya. Gadis itu menegang, napasnya memburu saat sosok bertopeng itu melangkah masuk. Cahaya redup dari lampu gantung hanya memperlihatkan siluet tubuh tinggi menjulang, atletis dan memiliki iris mata berwarna amber merupakan perpaduan antara kuning keemasan dan sedikit warna tembaga, yang dihasilkan oleh pigmen lipochrome. Langkahnya begitu tenang, seolah menikmati setiap detik ketakutan yang terpancar dari mata gadis itu. Ia berjongkok, mendekat, lalu membisikkan sesuatu tepat di telinganya. "You will always be under my watch, naughty girl." Tubuh gadis itu bergetar hebat. Jantungnya berdetak liar, tangannya mencengkeram erat kain di tubuhnya. Air matanya jatuh, ketakutan yang ia rasakan semakin mencekik. Lelaki bertopeng itu langsung menarik kasar baju gadis itu membiarkan bajunya terkoyak, ia terus menerus menatapinya seperti ingin memakan gadis yang ada di hadapannya. Lelaki itu tertawa pelan, suara rendahnya terasa begitu mengerikan. Ia bangkit perlahan, berjalan ke sudut ruangan, meninggalkan gadis itu yang kini meraung semakin histeris. Hak Cipta di lindungi Undang-undang No PLAGIAT!!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines