VASILIAS MATE

VASILIAS MATE

  • WpView
    Leituras 33
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 30, 2024
WpInfo
Ficção
Fantasia
"Jadi, dimana Mate mu paman?" Gadis kecil nan polos itu bertanya dengan mata yang berbinar, mata seperti permata Ruby itu menatap lekat dengan tatapan penasaran yang seolah-olah akan menarik mu kedalamnya. "Entahlah, aku juga tidak tau.... dan aku.... sudah menyerah untuk mencarinya" Tatapan kosong dengan perasaan rindu yang entah kepada siapa kerinduan ini dituju. Ia menatap diam ke arah danau indah didepannya dengan perasaan hampa. Setelah keheningan yang cukup lama, ia berbicara sambil menatap kearah sang Gadis kecil disamping nya "Mate.... bagi makhluk Abadi seperti kami mereka sangat berharga, namun sangat sulit ditemukan. Layaknya Harta Karun yang sangat didamba para manusia, Jika menemukannya akan mendapatkan kebahagiaan namun jika tidak hanya ada keputus asaan dari harapan dan mimpi yang tidak diketahui masa depannya"
Todos os Direitos Reservados
#222
vampire
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • His Fiero
  • HAREM OF OBSESSION [ON GOING]
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • Menjaga Monster
  • ghostly heartbeat [END]
  • Whisper of Bloody Kiss ✔️
  • Karaline _ You're An Extra Series 2
  • OUT OF CONTROL {END}

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo