AZRIEL
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
KAMPERT! Bagaimana dengan cerita yang satu ini? Mengharapkan cowok dingin? Cowok ngangenin? Atau, cowok nyenengin? Akh! Tidak ada disini. Yang ada hanya, cowok ngeselin, nyebelin, emosian, bikin ngakak, bikin malu, pengertian tapi pengen ditabok, suka ngemut ibu jari dan suka bermanja ria!? OMG, bikin sakit kepala! Tapi, ganteng, sih. Hahaaa! Ikutin, yuk, ceritanya. Jamin, deh, yang lagi ga mood, pasti langsung mood. Yang lagi sedih, pasti langsung ngakak. Yang lagi berputus ria, pasti langsung salting nginget mantan. Skip. Berdebu soalnya. Yuk, yorobun! Ramein ceritanya teman-teman. Bikin seneng gue, kek, dikit aje.
All Rights Reserved
#184
brothersip
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • the other side
  • Alverranza [ END ]
  • The Ducibella 【End】
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • THE CLIMB [Completed]
  • (bukan) JODOH [COMPLETED]
  • ALRIN
  • 27 FEBRUARI

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines