Sebaik-baiknya menikah adalah di waktu yang tepat, bukan yang cepat. Anindya akhirnya melabuhkan kisah cintanya pada sosok pemuda di masa lalunya, si mantan (calon) pacarnya; Desta.
Setelah banyak hal yang mereka lalui selama memutuskan untuk berjalan masing-masing, ternyata takdir membawa mereka kembali ke titik semula. Banyak orang yang tak pernah menduga bahwa akhirnya mereka bersama, dan banyak pasang mata yang terkadang menatap heran dengan kehidupan mereka yang terkesan tiba-tiba.
Perjuangan dan pengorbanan seperti apa yang telah mereka lalui hingga berakhir di kapal yang sama?
***
"Aku memilihmu bukan karena penyesalan, tapi kamu adalah sebuah tujuan." -Anindya, 25/11/25
"Dan aku memilihmu bukan karena tanpa alasan, sebab kamu memang layak diperjuangkan." -Desta, 25/11/25
***
@sipalinggalau123
Sltg, 25/05/24
Aku hanyalah seorang pelajar biasa yang tak lama lagi nak SPM. Tahun yang aku sangka tidak akan lain daripada tahun sebelum ini berubah. Ada cikgu dan murid baharu yang memeriahkan sekolah kami. Ekstra info, diorang adik-beradik.
β’β’β’
"Datang sini sebab nak jaga Nek Jah, eh?"
Dia tersenyum manis membuatkan aku terasa bahang di muka. Aku memalingkan wajah agar dia tak nampak reaksi mukaku yang mula memerah.
"Ye, Maya." jawabnya lembut. Kedengaran gelakan kecil dihujung ayatnya.
"...But not anymore." katanya perlahan.
Dengan perasaan terkejut, aku memandangnya semula, "Huh?"
Dia hanya tersenyum lebar dengan reaksi yang bahagia.
β’β’β’
"Ini kali pertama aku nampak abang aku gembira macamtu." Isaac berkata dengan nada yang teragak-agak. Tidak pasti dia patut jawab apa.
"Awak ingat dia nak awak? Dengan saya pun senang je dia tinggal."
"I'm not that dumb, you know."