Cieee ... Pacaran!

Cieee ... Pacaran!

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing1h 22m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sebaik-baiknya menikah adalah di waktu yang tepat, bukan yang cepat. Anindya akhirnya melabuhkan kisah cintanya pada sosok pemuda di masa lalunya, si mantan (calon) pacarnya; Desta. Setelah banyak hal yang mereka lalui selama memutuskan untuk berjalan masing-masing, ternyata takdir membawa mereka kembali ke titik semula. Banyak orang yang tak pernah menduga bahwa akhirnya mereka bersama, dan banyak pasang mata yang terkadang menatap heran dengan kehidupan mereka yang terkesan tiba-tiba. Perjuangan dan pengorbanan seperti apa yang telah mereka lalui hingga berakhir di kapal yang sama? *** "Aku memilihmu bukan karena penyesalan, tapi kamu adalah sebuah tujuan." -Anindya, 25/11/25 "Dan aku memilihmu bukan karena tanpa alasan, sebab kamu memang layak diperjuangkan." -Desta, 25/11/25 *** @sipalinggalau123 Sltg, 25/05/24
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMBUHKAN LARAKU, SEMBUHKAN LARAMU
  • VIE
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Someone In My Past
  • Sampai Menutup Mata
  • Sinar Bahagia (C)

Ini tentang laraku yang tak kunjung sembuh, yang mana lara ini semakin pedih. Ini juga tentang laramu yang tak kunjung membaik justru semakin memburuk. Kita adalah hujan dan panas. Aku adalah hujan dan kau adalah panas, bertemu dikala alam menghendaki. Untuk saling membasahi dan menghangatkan. Namun, jika alam tak merestui. Akankah kita tak berjumpa lagi? Apakah kita hanya akan jadi pelangi yang jumpa untuk sesaat melupakan lara yang ada? Adakah kebahagia jika kita bersama? ---- Sebuah kesalahan waktu yang mempertemukan mereka, saat mereka sama-sama membawa lara. Bukannya kian sembuh mereka, Arum dan Wira semakin menorehkan lara yang makin dalam dan menimbulkan lara yang baru. Lalu salahkah Arum yang mencari kebahagian diantara kepingan asa yang tersisa? Lalu salahkan jika Wira menginginkan cinta yang nyata yang sebenar-benarnya dari seorang wanita yang ia inginkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines