SOLO

SOLO

  • WpView
    Reads 91,934
  • WpVote
    Votes 5,402
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 17, 2024
"Kalo masih punya otak MIKIR" bentaknya sambil menatap nyalang. "Lo masih tinggal disini cuma karena kita semua kasian, ngga usah drama!" "Pernah kepikiran hidup bebas diluar? Lakuin aja, Papa malah seneng kalau kamu inisiatif gitu. Seenggaknya Papa bisa bilang ke semua orang kalau Arsena Bhaskara mati kecelakaan dan mayatnya tak ditemukan." sarkas Papa dari kursi reot disana. Bahagia, nyaman atau aman? apa itu. Bahkan jika di kesempatan ini diberikan tak mungkin Dion membawa tubuh ini kembali ke neraka berkedok rumah itu. Ini kesempatan kedua mereka, kehidupan kedua yang tak boleh di sia-siakan. Pergi meskipun menapaki jalan hidup susah tanpa siapapun. Bertaruh mematikan rasa dalam hati agar tak diinjak seperti dulu. Karya original author, tandai typo ya! Ini cerita kedua setelah non fiksi pertama hehehe. Kasih dukungan vote dan komen biar semangat bikin cerita terus. #1 Arsena (08/06/24) #1 Transmigrasiboy (08/06/24)
All Rights Reserved
#900
transmigrasiboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Story Arkan
  • No Time To Die
  • Transmigrasi                                                  Raka Andreafa
  • jiwa kedua
  • Rumah Untuk Pulang
  • Antagonist
  • [Transmigrasi] Xavier X Viraya
  • EverLasting Love [TAMAT]
  • Transmigrasi si bar-bar

[TAMAT] walaupun sudah end jangan lupa vote nya ya! Menceritakan kehidupan Arkan yang penuh penderitaan, di benci oleh keluarga nya sendiri. Sungguh ia tidak terpikirkan untuk bunuh diri namun takdir berkata lain..... Yang seharusnya beristirahat dengan tenang atau mungkin sudah bertemu dengan mamahnya malah bertransmigrasi ke tubuh seorang remaja laki laki berusia 16 tahun yang di mana di abaikan oleh keluarganya bahkan di asingkan dalam keluarga besar, seperti hidup sendiri tanpa keluarga namun mempunyai keluarga. kehidupan yang ke dua nya pun masih sama menderitanya, kapan dia merasakan kebahagiaan? apakah ini adil? kalo minat baca aja yee murni pemikiran gue sendiri kalo kaga percaya tanyain aja ke otak gue. start : 18 Oktob 24 finish : 27 Novem 24

More details
WpActionLinkContent Guidelines