The Six Guardian school : Divide and Conquer

The Six Guardian school : Divide and Conquer

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Di luar kedai, suasana semakin tegang. Adi tampak semakin marah, dan Arga, yang telah mencoba menahan diri sejauh mungkin, akhirnya kehilangan kesabaran. "Sudah cukup! Aku sudah muak dengan perilakumu!" ucapnya dengan suara lantang. Tidak ada kata-kata lagi. Adi menyerang Arga dengan pukulan, dan pertarungan pun pecah di jalanan depan kedai. Penduduk sekitar yang menyaksikan kejadian itu terkejut dan panik, beberapa di antaranya berteriak meminta bantuan atau menelpon polisi. Arga dan Adi terlibat dalam baku hantam yang serius, saling bertukar pukulan dengan penuh amarah. Suasana yang tadinya ramai dan menyenangkan di kedai kopi kini menjadi kacau balau dan mencekam, dengan penduduk sekitar berusaha menenangkan keadaan atau melarikan diri dari tempat itu.
All Rights Reserved
#17
teenproblems
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • I Missing You (COMPLETED)
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • OOSHANKA [TAMAT]
  • Stay (Away)
  • About You And Me
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • Dangerous Couple [End]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • The Unwritten Rule [21+]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines