Story cover for Starlight. by uroldbook
Starlight.
  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
Sign up to add Starlight. to your library and receive updates
or
#51pacaran
Content Guidelines
You may also like
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri by ceritadariawan28
4 parts Ongoing Mature
"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2
Deep Blue (END) by _BeeNora
55 parts Complete
⚠️trigger warning This story contains many scenes that may be traumatizing and harmful to some people. A blue story by Nora Suatu hari saat kedai sepi, saat akhir musim panas, tiba cuaca cerah yang mulai sulit ditemui. Ada percakapan antara dua anak muda yang masih bertanya-tanya tentang rahasia takdir. "Relung Bentang Delmara." "Namamu adalah harapan terbesar yang berangkat dari seuntai doa yang diberikan padamu untuk kamu bawa sampai nanti." "Kamu tahu artinya?" "Biar hatiku lapang seluas samudra." "Ah ... itu terdengar tulus dan besar sekali. Pasti kamu terlahir dari cinta yang murni." "Kamu menyukai laut?" "Tidak." "Bukankah itu Delmara?" "Hm?" "Delmara itu laut." "...." "Dan laut itu kamu." "...." "Kenapa kamu tidak menyukai dirimu sendiri?" "Pernahkah kamu berpikir bahwa takdir yang tak mudah lahir bersama tiap manusianya dan menyamar sebagai anugerah? Hari itu, manusia berpengalaman seolah mampu membaca rencana takdir. Nama itu, seperti tanda peringatan yang memberi tahu bahwa hidupku akan jauh dari senyum, dari bahagia, dari banyak hal terindah di dunia." "Lily, kamu tahu laut itu biru? Biru sekali. Jika aku ini kapal yang berlabuh di permukaannya, setiap perjalananku selalu beriringan biru dan dinaungi biru. Biru yang kubenci. Bila mana kapal ini telah reyot dan rapuh, biru akan merenggutku, membawaku semakin ke dalam, dalam palung yang lebih pekat dari hitam." "Suatu hari nanti Delmara, kamu akan tahu pelajarannya, kamu akan mengerti mengapa takdir memberimu limpahan biru banyak sekali." "Kapan, Lily?" "Ketika kamu telah mengerti makna hidup." Start: 2 Oktober 2023 Finish: 21 Juni 2024 DON'T COPY MY STORY!
You may also like
Slide 1 of 10
Kelana cover
Me and my illness ; Renjun cover
Hopeless cover
Die in Seven Days [END]✔ cover
Kereta Terakhir ✔ cover
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri cover
Esya {TERBIT} cover
[I] Ralaya ✔ cover
Deep Blue (END) cover
fudanshi [jichen / chenji] ● cover

Kelana

20 parts Complete Mature

"kamu gaakan bisa lepas dari aku, Kelana." ⚠️trigger warning. Sexual-mental-abuse, toxic relationship, selfharm, BDSM, harsh word