A Naughty Little Butterfly

A Naughty Little Butterfly

  • WpView
    Reads 14,500
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2024
Kehidupan remaja Kimimela di porak-poranda oleh laki-laki masa lalunya. Tinggal satu atap pasti menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka. Ghaaziy hanya bisa ditaklukkan oleh keberadaan Kimi dan Kimi bisa sembuh dari traumanya dari perlakuan Ghaaziy. Mereka saling melengkapi. Namun, takdir tak terduga. Ghaaziy tiba-tiba mengabarkan hendak menikah dengan perempuan seusianya. Namanya, Zelena. Zelena adalah cahaya untuk Ghaaziy yang sudah kelewat obsesi terhadap Kimimela. Sejak itu, Ghaaziy dan Kimi tak pernah komunikasi lagi. But, 7 tahun kemudian mereka bertemu di Perancis! Keadaannya sudah beda, Ghaaziy menggendong bocah laki-laki dan Kimi mendorong troli bayi. "Kamu janda?" "Hey, enak saja!" "So?" "Saya baby sitter nya, ya!" ***** "𝓨𝓸𝓾'𝓻𝓮 𝓶𝓮𝓪𝓷𝓽 𝓽𝓸 𝓶𝓮, 𝓛𝓲𝓽𝓽𝓵𝓮 𝓑𝓾𝓽𝓽𝓮𝓻𝓯𝓵𝔂." -Ghaaziy
All Rights Reserved
#128
oldman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BERANDAL KEPINCUT UKHTI
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • GHAZI ELZIO [REVISI]

Keelan El-Ghazali, manusia yang tidak suka diatur bahkan oleh Tuhan yang menciptakannya ada. Gila wanita, tawuran, mabuk-mabukan, balapan liar itulah dunianya. Berandal sekolah swasta elite yang sangat ditakuti, dialah penguasa seantero sekolah ini. Hingga siswi baru alumni pesantren nekat masuk di sekolah elite tempat Keelan. Begitu berani mengkritik dan menantangnya. Berbeda dengan cewek yang selalu menatap kagum akan tatapannya. Tapi siswi baru itu malah tidak mau disentuh, bahkan tidak pernah mau menatapnya karena menurutnya pandangan mata terhadap lawan jenis bisa mengundang keburukan. Cukup tiga detik Keelan menatap pemilik dua bola mata yang teduh itu . Perlahan-lahan menjinakkan hatinya yang tidak pernah mengenal bahasa kasih. Bisa nggak Lo natap gue lebih lama? Jangan secepat kilat nunduk! Kamu sadar nggak? Kedua bola matamu cukup membuat berandal yang gelisah seperti diriku setenang orang sembahyang. - Keelan El-Ghazali -

More details
WpActionLinkContent Guidelines