Living After Loss

Living After Loss

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 27, 2024
Kehilangan menjadi penyebab utama seseorang merasa tidak bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan untuknya. Kita tidak sadar bahwa semua yang kita miliki di dunia ini hanya titipan. Lantas, bagaimana cara agar kita bisa menghadapi semuanya? apakah harus terjerumus kedalam gelap yang terus menerus menghampiri kita. Atau, haruskah kita berlari ke cahaya didepan mata yang sedang menunggu?
All Rights Reserved
#21
lose
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From The Eyes
  • Rasa Tanpa Kata
  • Let Me Love You Longer
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Behind the Silence
  • My Junior My Love ✔️
  • Letter From Chacha (The End)

Mata adalah indera paling jujur pada diri manusia, mungkin mulut tak lagi bisa berbicara namun mata mampu menjawab segalanya . maka tatap la mataku banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu antaranya adalah aku sangat takut kehilanganmu . mungkin telingamu tidak mungkin bisa mendengar saat mataku mengatakannya, tapi aku yakin hatimu pasti merasakannya . Tapi bisa saja keyakinanmu membawa sakit . karena tak sesuai dengan harapan ! Terkadang kita perlu merasakan bahwa Realita dibuat tak semanis harapan . Lebih baik berhenti ! Sepandai pandainya kamu menyimpan harapan yang tidak pasti, cepat ato lambat harapan itu juga yang akan mengahancurkanmu . Namun Cinta tak pernah datang terlambat, dia datang tepat waktu, hanya kita yang terlalu banyak mengharapkan sesuatu . Padahal Cinta tau kapan dia akan pergi dan kapan dia akan datang . Semua itu hanya perlu berdoa, dan Mengiklashkan . :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines