We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Secret Boyfriend | Mark Lee (END)

My Secret Boyfriend | Mark Lee (END)

  • WpView
    Reads 559
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
"Aku mencintaimu, tapi cinta ini sangat rumit. Mungkinkah kita bisa bersatu?" Pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di benak gadis berparas cantik yang saat ini duduk di bangku SMA. Masa SMA merupakan masa-masa paling indah menurut banyak orang. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Violetta. Kisah cintanya tidak semulus seperti kisah-kisah yang diceritakan di novel fiksi maupun sinetron. Banyak lika-liku yang harus dia tempuh untuk mempertahankan sang pujaan hati. Haikal, seorang pemuda tampan yang berhasil merebut hati Violetta dari cinta pertamanya masa kecil, yaitu ayahnya. Mereka saling mencintai, tapi semesta kurang menyetujui. Hingga akhirnya Violetta beralih kepada laki-laki tampan lainnya bernama Mahendra, tapi lagi-lagi semesta tidak menyetujuinya. Banyak kejadian kurang menyenangkan hingga membuat hatinya terluka. Bagaimanakah kisah selanjutnya? Baca di novel ini. Warning! Banyak menggunakan bahasa non formal Kata-kata kasar Full drama percintaan tanpa misteri Plot sederhana
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Naughty boy (TAHAP REVISI)
  • BAITING MY CRUSH
  • [1] Stranger | Na Jaemin  [REVISI]✔️
  • Bahagia bersamamu - The first and last love [END]
  • Menghitung Hujan (Markhyuck)
  • BOUND BY DESIRE
  • Love's Serendipity
  • Cool Boy & Gadis Halu

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines