AZALEA

AZALEA

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2024
"Heh, sini lo" tunjuk seseorang pada Azalea Sepertinya osis, pikir Azalea karena ia melihat orang itu memakai almamater yang sama dengan pembimbing yang lainnya. Azalea bingung mau apa, ingin pergi kesana tapi takut dimarahi tapi jika tidak menuruti kemauan nya, Azalea akan mendapatkan hukuman. "iya kak" akhirnya Azalea menuruti kemauan senior nya. "ada apa ya kak" tanya Azalea setelah sampai di hadapan senior yang memanggil dirinya tadi. Bibir merah, bedak tebal, dan sedikit menggunakan perona pipi, sepertinya orang ini hanya numpang nama di osis. Dilihat dari penampilan dari atas sampai bawah sudah terbukti jelas bahwa orang yang satu ini cuman beban di osis, maafkan Azalea yang kelewat jujur. "Sekarang lo minta tanda tangan ke ketua osis itu, kalau sampai ga dapet. Lo gue ceburin ke kolam sana" ancam orang itu menatap Azalea tajam sambil menunjuk seorang cowok yang tengah memarahi murid laki laki yang tidak patuh aturan. "T-tapi kak-" belum sempat Azalea menyelesaikan pembicaraan nya, ucapan Azalea terpotong. "Ga ada penolakan" bantah cewe menor itu. Akankah Azalea bisa mendapatkan tanda tangan sang ketua osis yang sangat cuek itu.... Langsung saja masuk ke cerita nya 👉🏻
All Rights Reserved
#48
azalea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adlan & Aisyah (Mozaik Cinta)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • ALVANSA [Completed]
  • Air Mata Elara
  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • BERBEDA?
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • ELZEAN [On Going]

"Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Kang Kobat sedang ke Gunungpati menjemput bos besar, di sini hanya ada kau dan aku. Kang Kobat memang bilang agar kau tidak diapa-apakan, tapi jika hanya mencicipi bibirmu saja pasti tak akan ada bekasnya bukan?" Jambrong mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah. Aisyah memalingkan wajahnya. Jambrong lalu memegang kepala Aisyah. Kepala Aisyah kini dalam kuasanya. Aisyah menutup mulutnya rapat- rapat. Matanya terpejam. Laki-laki berbrewok lebat itu kembali mendekatkan wajahnya, semakin dan semakin dekat dengan wajah Aisyah. Tinggal beberapa centi lagi bibirnya akan mendarat di mulut Aisyah yang masih tertutup rapat. BLAKKK!!! Sebuah balok kayu menghantam punggung Jambrong, sangking kerasnya sampai patah menjadi dua. Ia tersungkur ke lantai. Tubuhnya tak bergerak, sepertinya pingsan. "Adlan? Bagaimana bisa?" Aisyah kaget melihat kedatangan Adlan, suaranya tercekat. "Penjelasannya nanti saja." Adlan langsung sibuk melepas ikatan yang melekatkan tubuh Aisyah dengan kursi yang didudukinya. "Adlan awas!" Teriak Aisyah. 📌WARNING!!!📌 Ada banyak sekali candu dalam kisah ini, jika kau mulai membacanya, maka jangan berharap bisa berhenti tanpa penasaran dengan kisah selanjutnya.. Gak percaya? Buktikan saja.. 😄😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines