Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)

Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)

  • WpView
    Reads 1,642,808
  • WpVote
    Votes 90,218
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 7, 2025
"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya. "Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa meninggalkan Asya yang terduduk lemah. "....." Asyara Ellena Zannetta perempuan dengan beribu keinginan. Dia hidup hanya untuk di cintai dan mencintai. Namun begitu berat ketika Asya harus Meninggalkan kekasih lama dan terpaksa pindah ke asrama oleh orang tuanya. Takdir yang tak terduga ketika sebuah kesalah pahaman yang mengharuskan Asya menikah dengan seseorang yang banyak di idamkan disana. Namun siapa sangka pernikahan ini malah menjadi kehancuran untuknya. Asya berusaha membentuk cinta baru. Rasa sedih,kecewa dan sabar selalu ia usahakan. Asya meminta waktu 365 hari untuk bisa menaklukan cinta suaminya yang masih mengingat dan mencintai masalalu. Rintangan terus berdatangan saat mantan kekasih Asya mencoba untuk kembali padanya dan perempuan di masa lalu suaminya juga mencoba untuk kembali. Apakah dirinya bisa meluluhkan suaminya dan cinta mereka akan bersatu atau memutuskan harus berpisah. Star : 260524
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • Tale On Paper(END)
  • Basmalah || Tahap Revisi
  • GUS GIBRAN ( PERJODOHAN.)  TERBIT
  • MAGER [END]
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • Amor (New Version)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines