Larasati

Larasati

  • WpView
    Reads 22,145
  • WpVote
    Votes 1,414
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2016
Disaat Larasati mulai menerima, ia memaksa dirinya untuk mengikhlaskan. Kemudian sebuah takdir menuntutnya untuk kembali mengikhlaskan. Lalu... mungkinkah ia bisa kembali menerima? Ini tentang Larasati... Tentang mengikhlaskan dan menerima.... © Sashie Rahma Credit cover: Nana_neeh
All Rights Reserved
#15
larasati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rindu yang berjarak
  • PROMISE
  • 𝐋𝐎𝐎𝐊 𝐀𝐓 𝐌𝐄 • itanaru fanfiction
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • End of The Road (Sudah Terbit)
  • PROBLEMS ☁️ idr.
  • love at first sight?
  • Pancarona Larissa [TAMAT-LENGKAP]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines