Story cover for Fallin Love Alone by lucasneo456
Fallin Love Alone
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published May 27, 2024
Cerita ini mengisahkan seorang gadis yang menyukai pria secara diam-diam namun dengan sikapnya yang tidak bisa menahan salting, mungkin si pria sudah tau bahwa Dara ini menyukainya.

Lambat laun pria ini alias Wildan pun melirik Dara sikapnya seakan-akan dia menyukai Dara juga. Bagaimana Wildan ini tidak tau bahwa Dara menyukai nya? Dari sikap Dara yang suka koar-koar dan temannya yang memberi tahu Wildan, membuat Wildan menyadarinya.

Akan tetapi setelah Wildan membuat Dara semakin mencintai nya, entah mengapa sikap Wildan berubah-ubah dan betapa terkejutnya Dara bahwa Wildan itu menyukai orang lain?

"Wildan!" Teriak Dara yang melihat Wildan berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang.

Wildan membalikkan badannya dan menaikkan satu alisnya. Dara pun berlari ke arah Wildan.

"Sebenernya kamu suka juga gak sih sama aku? Apa cuma aku doang yang baper?" Tanya Dara

"Emm... mungkin..... ngga." Jawab Wildan 

Hati Dara seakan mencelos mendengar perkataan Wildan Barusan, sakit, sangat... sakit.

"Tapi sikap kamu seakan-akan menyukai aku" Ucap Dara dengan mata yang sudah berair

"Sorry, lo nya aja yang baper. Inget ini, gue ga pernah suka sama lo, sikap gue yang kemarin-kemarin hanya untuk buat lo senang gitu aja, ga lebih"

Wildan meninggalkan Dara yang sudah menundukkan kepalanya, dia masa bodo dengan Dara yang entah menangis atau pun tidak.



---------------‐--------------------------------------

Bagaimana kisah mereka sebenernya? Apakan Wildan Memiliki kekasih? atau hanya tipuan semata? Dari pada penasaran, mending langsung baca deh masukin juga ke daftar perpustakaan kalian pada. ^^
All Rights Reserved
Sign up to add Fallin Love Alone to your library and receive updates
or
#925crush
Content Guidelines
You may also like
GHAVARI  by alghisty_
10 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
(Not) A Dream School (On Going) by AnggiPratiwi935
25 parts Ongoing
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Irreplacable Yo'u by miismiasttk
7 parts Complete
Belum genap satu hari kepergian abangnya, ada satu fakta lain yang membuat Gladys Nandina Satya tidak menyangka mengenai hubunganya dengan Dika. Bagaimana bisa Gladys yang dinilai sebagai salah satu murid yang berprestasi di sekolahnya, bisa terbodohi dengan hubunganya sendiri yang sudah terjalin selama satu tahun? Bagaimana bisa-bisanya Gladys tertipu dengan sandiwara yang Dika ciptakan yang sebegitu rapihnya. Bodoh. Tolol. Bego. Ketiga kata itu cocok untuk dirinya. Kata putus telah Gladys katakan. Bendera move on pun sudah terkibar dengan kokoh nan kuat diatas sana, namun siapa sangka bendera move on yang sudah terkibar diatas kini turun sedikit demi sedikit seiringan Dika yang kembali mendekatinya, kembali memporak-porandakan semuanya bahkan menarik ulur perasaanya. Sebenarnya sandiwara seperti apa lagi yang cowok itu ingin ciptakan? Haruskah Gladys lagi yang menjadi bagian didalam sandiwara itu? Mengapa harus ia? "Gimana kalau kita taruhan." Dika bersedekap. "Taruhan?" Dika mengangguk. "Jadi gini taruhannya, kalau lo jatuh cinta lagi sama gue berarti lo itu harus jalan jongkok dilapangan sekolah sebanyak 50 kali putaran sambil teriak-teriak kalau lo itu cinta mati banget sama gue. Dan hal itu berlaku sama gue juga. Gimana?" "Jatuh cinta lagi? Emangnya lo pernah cinta sama gue?" "Ralat. Maksud gue kalau gue udah cinta sama lo. Tapi ada syaratnya dari taruhan ini, lo itu harus selalu ada didekat gue begitupun dengan gue." Kata 'deal' menjadi bukti bahwa Gladys menyetujui taruhan kali ini. Bendera taruhan sudah terkibar diantara keduanya. Itu berarti sandiwara telah dimulai kembali....
You may also like
Slide 1 of 9
GHAVARI  cover
SURAT CINTA UNTUK DARA cover
Cuaca cover
Cowok cuek dan Cewek jutek (SELESAI) [PROSES REVISI] cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
CLARISSA [ On Going ] cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
DRABIA [END] cover
Irreplacable Yo'u cover

GHAVARI

10 parts Ongoing

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"